Laporan Perjalanan

15.16 Posted In , , Edit This 0 Comments »
ini nih contoh laporan perjalanan, semoga bermanfaat ya :



Bab 1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Kegiatan study tour yang telah dilaksanakan ini merupakan agenda tahunan yang diadakan di MA Wahid Hasyim Trawas. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membuka wawasan seluruh siswa – siswa sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempelajari hal – hal baru, seperti tempat – tempat bersejarah, tempat penting, dan sebagai studi banding di sekolah lain.

Kegiatan perjalanan tahun ini dilaksanakan selama 4 hari, yaitu pada tanggal 1 hingga 5 Mei 2015, dengan mengunjungi Kota Yogyakarta dan Bandung. 

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis menyusun laporan kegiatan perjalanan wisata ini sebagai laporan tentang hal – hal yang telah didapat selama mengikuti kegiatan ini. Selain itu dengan laporan kegiatan wisata ini, penulis dapat membagikan pengalaman – pengalaman dan ilmu yang telah didapatkan selama mengikuti kegiatan tersebut.

1.2 Tujuan

Tujuan penyusunan kegiatan laporan perjalanan ini adalah :

1. Melaporkan dan mendeskripsikan tempat – tempat wisata yang telah dikunjungi.
2. Melaporkan hal – hal yang telah didapatkan selama mengikuti kegiatan ini.


Bab 2. Isi Laporan

2.1 Laporan Perjalanan

Pada tanggal 1 Mei 2015, seluruh siswa – siswi mengikuti pembekalan terakhir sebelum keberangkatan yang dilaksanakan pada pukul 09. 00 wib. Pembekalan itu diisi oleh kepala sekolah yang menyampaikan hal – hal yang harus dilakukan dan pesan – pesan kepada siswa – siswi yang akan berangkat.

Pada pukul 15. 00 rombongan dipersilakan memasuki bus masing – masing yang telah ditentukan. Ada sekitar 2 Bus besar yang menampung 80 siswa dan 4 orang guru sebagai pendamping. Setelah, semua hal teknis selesai, bus berangkat menuju pelabuhan merak pada pukul 18. 00 wib. 

Pukul 20. 00 wib, bus menaiki kapal feri untuk menyeberang ke pulau Jawa. Di dalam kapal feri, seluruh siswa memasuki kelas 2 untuk beristirahat. Setelah 3 jam perjalanan dari pelabuhan Bakauheni ke Merak, rombongan tiba di Banten pada pukul 23. 00. Setelah itu, bus melanjutkan perjalanannya menuju Bandung sebagai tujuan pertama. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 6 jam perjalanan, sehingga rombongan tiba di Bandung pada pukul 05. 00 wib. Rombongan menuju Islamic center untuk melaksanakan solat, membersihkan diri, dan sholat.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Universitas Padjajaran. Di Unpad, rombongan disambut dengan hangat oleh pihak kampus, lalu dilanjutkan mengikuti acara yang telah dipersiapkan oleh pihak Unpad.  Setelah menyelesaikan kunjungan pertamanya, rombongan menuju Trans Studio Bandung pada pukul 13. 00. Di sana rombongan diberikan waktu selama 3 jam untuk mengelilingi Trans Studio Bandung. 

Pada pukul 16. 00 rombongan dibawa menuju Cibaduyut untuk membeli oleh – oleh khas Bandung. Setelah selesai, rombongan kembali melanjutkan perjalanannya menuju kota Yogyakarta dan tiba di sana pada pukul 20. 00 wib. Karena hari telah malam, rombongan menuju hotel untuk menginap.

Keesokan harinya, rombongan bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke tempat – tempat wisata yang ada di Yogyakarta, seperti Taman Pintar, Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, dan Jalan – jalan di Malioboro pada malam harinya. Setelah itu, rombongan beristirahat di hotel yang sama. 

Hari berikutnya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Universitas Ahmad Dahlan pada pukul 09. 00 hingga pukul 14. 00. Di sana rombongan mengikuti acara yang telah dipersiapkan oleh pihak kampus. Setelah itu, rombongan menuju Rumah Bakpia, yaitu tempat membeli bakpia sebagai oleh – oleh pulang.

Pada pukul 16. 00 rombongan kembali pulang ke Bandar Lampung. Kemudian, tiba di sekolah pada pukul 07. 00 wib.  Selama perjalanan wisata ini, semua hal aman dan terkendali.        


Advertisement
2.2 Objek yang Dikunjungi

Objek - objek yang dikunjungi pada perjalanan wisata kali ini beraneka ragam, baik merupakan tempat wisata pendidikan, sejarah, maupun hiburan. Di bawah ini adalah deskripsi objek - objek wisata yang dikunjungi selama perjalanan wisata.

2.2.1 Universitas Padjajaran
Universitas Padjajaran adalah sebuah perguruan tinggi yang cukup terkenal di Jawa Barat. Universitas ini terletak di kota Bandung, Jawa Barat. Universitas ini didirikan pada tanggal 11 September 1957. 

2.2.2 Trans Studio Bandung
Trans Studio Bandung adalah salah satu wahana permainan indoor yang terbesar di Indonesia. Di dalam wahana ini banyak sekali permainan – permainan baik permainan yang menghibur maupun permainan yang mendidik. Selain itu, di dalam studio ini sering diadakan parade.

2.2.3 Cibaduyut

Cibaduyut adalah sentra Industri sepatu terbesar yang ada di Bandung. Tempat wisata belanja ini menawarkan produk – produk buatan Indonesia. Selain itu, tempat wisata belanja ini terkenal dengan harganya yang sangat murah.

2.2.4 Taman Pintar
Taman Pintar adalah taman umum yang ada di kota Jogjakarta. Disebut dengan taman pintar karena di taman ini banyak sekali permainan – permainan yang mengedukasi masyarakat. 

2.2.5 Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar yang ada di Indonesia. Candi ini dibangun pada tahun 850 M. Komplek ini memiliki beberapa bangunan candi yang masih utuh yang tingginya menjulang hingga 47 meter.

2.2.6 Keraton Jogjakarta
Keraton Jogjakarta atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah istana resmi kesultanan Jogjakarta yang didirikan pada tanggal 1756 oleh Sultan Hamengkubuwono I. Kini istana tersebut ditempati oleh Sultan Hamengkubuwono IX dan keluarganya.

2.2.7 Malioboro
Malioboro adalah tempat wisata belanja yang terkenal di Indonesia. Tempat ini menjual berbagai macam barang khas Jogja, seperti bati, dan lain – lain. Tempat wisata ini buka setiap hari, tetapi akan sangat ramai pada malam hari karena banyak para pemuda yang mengunjunginya.

2.2.8 Universitas Ahmad Dahlan
Universitas Ahmad Dahlan adalah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, Indonesia. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan bidang keahlian atau program studi-program studi dalam bidang teknologi, sosial dan humaniora.

2.2.9 Rumah Bakpia
Rumah Bakpia adalah pusat tempat pembuatan Bakpia, yaitu makanan khas kota Jogjakarta. Tempat ini wajib dikunjungi jika berkunjung ke Jogjakarta karena merupakan asli tempat produksinya dan juga harganya sangat murah.


Bab 3. Penutup

3. 1 Kesimpulan

Berdasarkan pengalaman yang didapat dari perjalanan wisata ini, dapat disimpulkan Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang patut dikunjungi, khususnya kota Bandung dan Jogjakarta. Selain memiliki tempat wisata sebagai hiburan, kota ini juga memiliki tempat – tempat wisata, pendidikan, dan bersejarah.

3.2 Saran

Karya wisata ini sangat baik untuk dilaksanakan karena memiliki manfaat yang cukup banyak. Oleh karena itu, kegiatan ini sebaiknya terus diadakan dengan mengunjungi tempat – tempat lain yang ada di Indonesia. 

Siapa Ki Hajar Dewantara itu ?

22.59 Posted In , Edit This 0 Comments »
Mungkin sebagian dari kita ingin tahu siapa gerangan beliau, apa peranan beliau kok disebut-sebut sebagai bapak pendidikan di Indonesia. simak ulasan berikut ini ya apabila ada yang kurang mohon koreksinya.

       Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli R.M. Suwardi Suryaningrat. Beliau berasal dan keluarga keturunan Keraton Yogyakarta. Beliau mengganti namanya tanpa gelar bangsawan agar dapat lebih dekat dengan rakyat. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau belajar di STOVIA, tetapi tidak menamatkannya karena sakit. BeIiau kemudian bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain De Express, Utusan Hindia,dan Kaum Muda. Sebagai penulis yang handal, tulisannya mampu membangkitkan semangat antikolonialisme rakyat Indonesia.
       Ki Hajar Dewantara juga aktif di bidang politik dengan bergabung ke dalam Budi Utomo, lalu mendirikan Indische Partij sebagai partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia pada tanggai 25 Desember 1912 bersama kedua rekannya, Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangunkusumo . 
        Ki Hajar Dewantara juga ikut membidani terbentuknya Komite Bumiputra di tahun 1913 sebagai bentuk protes terhadap rencana Belanda memeringati kemerdekaannyaa dan Perancis. Beliau kemudian membuat sebuah tulisan pedas di harian De Express yang berjudui “Als lk een Nederlander” (Seandainya Aku Seorang Belanda). Melalui tulisan ini, beliau menyindir Belanda yang hendak merayakan 100 tahun kemerdekaannyaa dan Perancis di negeri jajahan dengan menggunakan uang rakyat indonesia. Berikut ini kutipannya.
       “Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh Si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. ide untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu ! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya”
        Akibatnya, Belanda pun langsung menjatuhkan hukuman pengasingan. Bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesomo, beliau dibuang ke Belanda. Di Belanda, Ki Hajar Dewantara memanfaatkan kesempatan mendalami masalah pendidikan dan pengajaran. 

       Setelah kembali ke tanah air, Ki Hajar Dewantara memusatkan perjuangan melalui pendidikan dengan mendirikan perguruan Taman Siswa pada tanggal 3 JuIi 1922. Perguruan ini merupakan wadah untuk menanamkan rasa kebangsaaan kepada anak didik. Ajaran Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Artinya adalah di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan. Berkat jasanya yang besar di bidang pendidikan maka pemerintah menetapkan beliau sebagai Bapak Pendidikan dan tanggal lahirnya, 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional. Pada tahun 1957, beliau mendapat gelar Doctor Honoris Causa dan Universitas Gadjah Mada. Dua tahun setelah mendapat gelar tersebut, beliau meninggal dunia pada tanggat 26 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di Taman Wijaya Brata.
  • Tempat/TgI. Lahir       :  Yogyakarta, 2 Mei 1889
  • Tempat/TgI. Wafat      :  Yogyakarta, 26 April 1959
  • SK Presiden               :  Keppres No. 305 Tahun 1959, Tgl. 28 November 1959
  • Gelar                          :  Pahlawan Nasional
Selain ajarannya di bidang pendidikan, Ki Hadjar juga meninggalkan pesan yang sangat baik diteladani. Pesan tersebut kini dapat dilihat pada Museum Sumpah Pemuda di JI. Kramat Raya, Jakarta. 
 
“Aku hanya orang biasa yang Bekerja untuk bangsa lndonesia dengan cara Indonesia. Namun, yang penting untuk kalian yakini, sesaat pun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara"
 
Semoga momentum kebangkitan  bangsa kita dapat terlaksana dengan hadirnya Ki Hajar - Ki Hajar selanjutnya. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2015 ....  Bravo Pendidikan Indonesia  ....

Senangnya tahu Apa Hari Kartini itu ?

11.37 Posted In , Edit This 0 Comments »
SUDAH berlangsung puluhan tahun. Tiap merayakan Hari Kartini, banyak wanita merayakannya dengan cara berpakaian kebaya, bersanggul dan kadang-0ladang juga ada acara masak-memasak. Bahkan, yang pria ikut-ikutan memakai pakaian jas atau pakaian adat Jawa. Benarkah harus demikian?
Siapakah RA Kartini?
Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini[1] adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini).
Apa pemikiran-pemikiran RA Kartini?
Surat-surat Kartini juga berisi harapannya untuk memperoleh pertolongan dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle “Stella” Zeehandelaar, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini).
Pertanyaan-pertanyaan sekitar peringatan Hari Kartini
Memperingati  Hari Kartini berarti:
1.Berarti memperingati hari lahir RA Kartini, 21 April (1879).
2.Berarti memperingati kebaya RA Kartini
3.Berarti memperingati RA Kartini sebagai pelopor pejuang emansipasi wanita
ad.1.Berarti memperingati hari lahir RA Kartini, 21 April
Kalau hanya memperingati haru ulang tahun RA Kartini tentu kurang tepat. Sebab hari lahir RA kartini tidak punya makna apa-apa, baik makna sejarah, makna politik ataupun makna apapun juga. Kelahiran RA Kartini merupakan wilayah Logika Pribadi.
ad.2.Berarti memperingati kebaya RA Kartini
Kalau hanya memperingati kebaya yang dipakai RA Kartini juga tak punya makna apa-apa, karena tidak ada makna sejarah, makna politik ataupun makna apapun juga. Lagipula, bukan orang Jawa saja yang memakai kebaya. Seku-suku lain juga memakai kebaya. Kalau suku-suku lain harus memperingati hari Kartini dengan memakai kebaya Jawa, tentu tidak relevan. Sebaliknya, kalau suku-suku non-Jawa harus memakai kebaya daerah masing-masing, juga tidak relevan. Kalau hanya wanita Jawa saja yang memperingati Hari Kartini dan berkebaya Jawa, tentu tidak nasionalis. Kebaya merupakan wilayah Logika Budaya.
ad.3.Berarti memperingati RA Kartini sebagai pelopor pejuang emansipasi wanita
Perjuangan RA Kartini adalah perjuangan emasipasi wanita di bidang pendidikan dan dalam hal hak untuk menentukan jodohnya sendiri, tidak ingin dipingit. Perjuangan ini tidak hanya untuk kepentingan RA Kartini sendiri, melainkan bagi kepentingan seluruh wanita Indonesia. Wilayah logikanya adalah Logika Emansipasi.
Apa bedanya dengan peringatan Hari Ibu di Indonesia 22 Desember?
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran> yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso.[6] Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini,[7] Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lain-lain.( Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu#Hari_Ibu_di_Indonesia).
Kesimpulan
1.Tanggal lahir RA Kartini:
Kalau mau jujur, antara tanggal lahir RA Kartini dengan perjuangan emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini, tentu tidak ada relevansinya sama sekali. Seharusnya, tanggal tertentu yang ada nilai sejarahnya, seperti halnya Hari Ibu yang ditetapkan sesuai diselenggarakannya  Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Artinya, 21 April adalah hari kelahiran RA Kartini dan bukan peristiwa sejarah.
Catatan:
Penetapan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini itulah yang tidak dapat diterima secarasosologis, filosofis dan yuridis. Materi muatan Keppres No. 108 tahun 1964, terutamamenyangkut penetapannya tanggal 21 April sebagai Hari Kartini, adalah sangat diskriminatif.Kalau tidak ada diskriminatif seharusnya tidak ada Hari Kartini. Untuk mempersamakannya,seharusnya ada Hari Soekarno, Hari Hatta, Hari Dewi Sartika, Hari Tjut Nya’ Dien, Hari RohanaKudus, dan lain sebagainya. —Sumber: http://www.slideshare.net/advokat-muadz/hari-kartini-kebijakan-nasional-diskriminatif-12626057.
2.Kebaya RA Kartini:
Kalau mau berlogika secara jernih, antara kebaya yang digunakan RA Kartini dengan perjuangan emansipasi oleh RA Kartini, tidak ada hubungannya yang signifikan. Kebetulan RA Kartini memakai pakaian kebaya dan bersanggul. Kalau berpakaian lain dan tidak bersanggul, apakah akan dicontoh juga? Dengan demikian, memperingati Hari Kartini tidak harus, tidak wajib dan tidak selalu memakai kebaya. Boleh memakai pakaian sehari-hari. Yang penting adalah esensi daripada Hari Kartini itu sendiri, yaitu perjuangan emansipasi wanita. Artinya, memakai kebaya bukanlah pertistiwa sejarah.
Catatan:
Kebetulan RA Kartini orang Jawa yang berkebaya dan bersanggul. Bagaimana jika Kartini adalah orang pribumi Papua yang berpakaian tradisional sederhana? Seharusnya, Hari Kartini diperingati dengan cara para wanita memakai pakaian profesi yang biasanya hanya dilakukan kaum pria. Misalnya, berpakaian pilot pesawat, petugas pemadam kebakaran, pembalap mobil F1, gubernur, polwan/wanpol, astronout dan lain-lain.
3.Perjuangan RA Kartini:
Yang harus diperingati dari RA Kartini adalah perjuangan emansipasi wanita, antara lain di bidang pendidikan. Pejuangan HAM wanita agar sejajar dengan HAM pria. Bentuknya bisa berupa ceramah-ceramah tentang perjuangan emansipasi wanita yang dilakukan oleh RA Kartini. Sebab, banyak yang memperingati Hari Kartini dengan berkebaya, tetapi tidak faham tentang hakekat atau esensi daripada Hari Kartini itu sendiri. Artinya, perjuangan emansipasi RA artini adalah peristiwa sejarah.
Catatan:
Harus dicari, sejak kawan perjuangan emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini? Misalnya, harus dicari tanggal pembuatan surat pertamanya.
Kapan seharusnya Hari Kartini diperingati?
Memperingati Hari Kartini sesuai dengan tanggal lahir RA Kartini tidaklah penting dan tidak relevan.. Terlalu pribadi. Yang seharusnya adalah momen sejarahnya, yaitu saat RA Kartini menulis surat pertamanya. Surat -surat  RA Kartini yang legendaries dan banyak diterbitkan dalam bentuk buku adalah Habis Gelap Terbitlah Terang (Door Duisternis Tot Licht). Surat-surat itu pertama kali di bukukan oleh J.H. Abendanon, yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Tepatnya, saat surat-surat RA Kartini dibukukan. Saat itulah ada nilai sejarahnya. Masalahnya adalah, kapan surat pertama  RA Kartini ditulis? Surat pertama  tersebut merupakan peristiwa sejarah.
Kesimpulan khusus:
Merayakan hari Kartini dengan memakai kebaya merupakan tradisi yang tidak ada unsur peristiwa sejarahnya. Artinya, memakai kebaya tidak ada relevansinya dengan perjuangan RA Kartini.

Hati = Qolbu

04.25 Posted In , Edit This 0 Comments »
Qolbu, ruh, nafsu dan akal adalah istilah yang serupa tapi tidak sama. Tidak jarang orang memberi makna yang salah terhadap qolbu, ruh, nafsu maupun akal. Imam al-Ghazali telah memberikan definisi arti qolbu, ruh, nafsu dan akal.
Qolbu disebut juga hati. Hati sesungguhnya memiliki dua pengertian, yakni fisik dan spiritual. Secara fisik hati merupakan daging yakni organ tubuh manusia yang tersimpan dan terlindungi oleh tulang belulang. Hati terletak di dada sebelah kiri. Bentuk hati seperti buah shanaubar sehingga sering dikatakan hati sanubari.Pada daging hati terdapat lubang dan jaringan yang halus. Di dalam lubang atau rongga terdapat darah hitam yang menjadi sumber ruh.
Hati secara spiritual merupakan sesuatu yang halus, rabbaniyah (ketuhanan), ruhaniah (kerohanian) dan mempunyai keterkaitan dengan hati yang jasmaniah

Makna dari gaya pacaran muda mudi

22.46 Posted In , Edit This 0 Comments »
          Siapa sih yang tidak tahu arti pacaran, saya ulas sedikit ya ...  menurut sumbernya " pacar"  adalah sebuat tanaman pohon pacar yang digunakan untuk menghias kuku biar nampak indah, selain itu tiada guna. menurut kamus anak muda      " pacar " seseorang yang dekat selain keluarga karena rasa sayang, atau ego diri hanya miliknya di dunia ini.  dengan berbagai tujuan; ada yang dekat hanya karena sayang, ingin melindungi, ingin berkuasa, ingin menunjukkan sesuatu hal, ingin harta, dan sebagainya.
Gaya
         Gaya  pacaran masa kini semakin bervariasi. Pengaruh film-film yang romantis seperti film korea, jejaring sosial facebook dan pergaulan bebas membuat gaya pacaran masa lalu yang malu-malu, kini lebih terekspose dan terbuka. Ada beberapa yang memaklumi,dan menganggap wajr-wajar saja. Namun ada juga yang  risih dan menolak pacaran yang dianggapnya tidak sesuai etika lagi baginya.

Ayo kita kenali gaya pacaran yang ada pada saat ini Yuks !

1. Gaya pacaran mesra-mesraan di tempat-tempat umum

Gaya pacaran seperti ini tidak segan-segan untuk menunjukkan kemesraan di depan umum. Penting sekali menunjukkan bahwa mereka adalah pasangan yang tak terpisahkan. Boncengan di sepeda motor sambil berpelukan erat-erat kayak tas rangsel, belai-belai di lapangan atau tempat terbuka depan fasilitas umum, dan  bergelayutan di leher pria atau cowoknya saat berada di angkot dan bis.

Dari tipe pacaran seperti ini, kita bisa mengenali cara mereka menghadapi masalah. Pasangan seperti ini sulit menyembunyikan ketidaknyamanan perasaannya. Sehingga bisa jadi mereka bertengkar di depan orang banyak, atau ketika bertengkar berdua saja, keduanya sulit menahan ego mereka. Ketika ada yang salah bisa saja mereka tahu-tahu banting handphone, atau memaki-maki pacarnya di tempat umum. pernah lihat sendiri. hmmm ... jadi begitu ya ...

2. Gaya pacaran mesra di jejaring sosial

Ada pasangan yang sering upload foto-foto mesra mereka di Facebook atau Twitter, meskipun mereka tidak banyak mengekspose hubungan mereka di depan umum. Kekuatan foto beberapa tahun terakhir begitu kuat untuk membangun pencitraan seseorang. Jadi sekalipun tidak mengatakan bahwa mereka pasangan romantis di depan umum, mereka bisa menunjukkannya di akun pribadi mereka ke publik.

Tipe pacaran seperti ini sering memanfaatkan jejaring sosial sebagai media komunikasi, tak peduli meski orang menganggap itu adalah pamer kemesraan. Namun di kala prahara melanda, publik pun bisa tahu dengan cepat. wah wah wah bahaya tuh ...

3. Gaya pacaran kebarat-baratan ( Modern )

Gaya pacaran seperti ini mungkin tidak begitu populer, namun merupakan salah satu yang cukup populer di kota besar. Gaya pacaran seperti ini cukup akrab dengan seks dan paling rentan dengan berbagai masalah mulai dari friendzone, perselingkuhan, hubungan tanpa status dan sebagainya. Meski begitu pelaku model pacaran seperti ini biasanya lebih berani cuek dan mandiri.

Tipe pacaran seperti ini cenderung kompleks dan memiliki pasang surut yang berulang-ulang. Gaya berpikir yang jauh lebih modern justru sering membuat rumit masalah yang mungkin bisa lebih disederhanakan penyelesaiannya. ada lagunya tuh dari BBB putus nyambung putus nyambung putus nyambung dst ...dst ...

4. Gaya pacaran nggak neko-neko ( Biasa )

Gaya pacaran ini biasanya punya aura yang menyenangkan. Tidak banyak mengekspose kemesraaan di depan umum maupun di jejaring sosial. Punya target yang lebih realistis, jauh dari kesan drama namun tetap bisa romantis satu sama lain. Tidak banyak orang yang bisa menerapkan gaya pacaran seperti ini, padahal sebenarnya gaya pacaran yang tidak neko-neko ini memberikan lebih banyak kebahagiaan bagi pasangannya.

Namun gaya pacaran ini bisa jadi sangat membosankan, lho. kamu juga bisa terjebak dalam kestabilan yang terlalu flat sehingga kamu tidak bergairah lagi dengan hubungan tersebut. Tidak masalah bila kamu sedikit memberikan kejutan atau melakukan perubahan dengan pasangan.

Masa-masa pacaran adalah masa yang menyenangkan untuk menjajaki satu sama lain. Well, yang mana pun gaya pacaran kamu, pastikan tidak akan membuat kamu menghabiskan banyak waktu hanya untuk pacaran, namun juga menentukan target mau dibawa ke mana hubungan kamu dengannya?

Islam sendiri mengajarkan cara berpacaran dikenal dengan ta'aruf yaitu bertemu antara laki-laki dan perempuan yang belum muhrim yang harus di dampingi oleh orang tua atau saudara. memang sedikit protect namun bila menginginkan hubungan lebih lanjut langsung tembak atau lamar, bukankan itu lebih baik untuk menjaga suatu hubungan. pacaran pun dapat dilanjutkan setelah menikah, hmmm ... tinggal pilihlah mana yang terbaik, tapi ingat jangan melanggar HAM  ... jangan melanggar Syari'at agama ... hahaha .... tetap stay cun in my blog ... 

Kiat Sukses Menjadi Suami

18.10 Posted In Edit This 0 Comments »
Kiat-kiat berikut sangat menyentuh relung -relung kalbu, saya persembahkan untuk umi' tercinta : 

Apabila ada seorang istri sholehah yang selalu memperhatikan, melayani suami dengan segala kebaikan. Ia juga selalu menuruti segala perintah dan memenuhi keinginan sang suami dengan kepatuhan yang sempurna. Menjaga ibadahnya dan selalu mengingatkan suami untuk berlomba mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia menjadi istri yang manis dan selalu hangat disamping suaminya, serta menjadi teman perjalanan yang menyenangkan. Tidak banyak menuntut dan menerima dengan rasa syukur apapun dan seberapapun rezeki yang didapat suami.

Bukankah tidak ada alasan lagi bagi sang suami untuk tidak membalasnya dengan menjadi suami yang sholeh, penuh perhatian dan kasih sayang. Demikian beberapa kiat untuk menjadi suami yang sukses:
1. Berdandanlah untuk istri anda, selalu bersih dan wangi. Sesering apakah kita tampil didepan istri dengan pakaian ala kadarnya? Sama halnya dengan suami yang menginginkan istrinya kelihatan manis untuknya, setiap istri juga menginginkan suaminya berdandan untuknya. Sebagai contoh, ingat, bahwa Rasulullah saw selalu menggosok giginya terlebih dulu sebelum menemui istrinya setelah bepergian. Beliau juga selalu menyukai senyum yang paling manis.

2. Panggillah istri anda dengan nama yang cantik. Rasulullah saw mempunyai nama panggilan untuk istri-istrinya yang sangat mereka sukai. Panggillah istri anda dengan nama yang paling indah baginya dan hindari menggunakan nama-nama yang menyakitkan perasaan mereka.

3. Jangan memperlakukan seorang istri seperti lalat. Kita tidak pernah menghiraukan seekor lalat di dalam kehidupan kita sehari-hari, tahu-tahu dia menjadi penyakit buat kita. Sama halnya seorang istri yang berbuat baik sepanjang hari, jika tidak pernah mendapat perhatian dari suaminya, maka dia juga akan memperlakukan suaminya bagai sebuah penyakit. Jangan sekali-kali perlakukan dia seperti ini; kenali semua kebaikan yang dia lakukan dan pusatkan perhatian padanya.

4. Jika anda melihat kesalahan dari istri anda, cobalah untuk diam dan tidak berkomentar apa pun! Ini adalah cara Rasulullah saw yang biasa dilakukan saat beliau melihat sesuatu yang tidak pantas dilakukan istri-istrinya (radhiyallahu ‘anhuma). Ini adalah teknik bagi seorang Muslim sebagai kepala rumah tangga.

5. Tersenyum untuk istri anda kapan saja anda melihatnya dan memeluknya sesering mungkin. Senyuman adalah shadaqah dan istri anda termasuk ummat muslim juga. Bayangkan hidup dengannya dengan senyum yang selalu tersungging. Ingatlah, sunnah juga menerangkan bahwa Rasulullah saw selalu mencium istrinya sebelum pergi sholat ke masjid, bahkan saat beliau sedang berpuasa.

6. Berterima-kasihlah untuk semua yang dia lakukan untuk anda. Sekecil apapun yang istri anda lakukan buat anda, jangan sekali-kali menganggapnya sebagai hal sepele. Berterima-kasihlah, karena ucapan terima kasih anda sungguh berarti bagi istri anda dan akan terukir indah dihatinya. Ambil contoh, ucapkan terima kasih untuk ketika usai makan malam yang dia sediakan. Juga untuk kebersihan rumah dan selusin pekerjaan yang lainnya.

7. Mintalah padanya untuk menulis sepuluh perbuatan terakhir yang telah anda lakukan untuknya yang membuat dia senang. Kemudian pergi dan lakukan itu kembali. Mungkin agak sulit untuk mengenali apa yang membuat istri anda senang. Anda tidak perlu untuk bermain tebak-tebakkan, tanyakan padanya dan kerjakan secara berulang-ulang selama hidup anda.

8. Jangan mengecilkan keinginannya. Hiburlan dia. Kadang-kadang seorang suami perlu mengabulkan permintaan istrinya. Rasulullah saw memberikan contoh buat kita dalam sebuah kejadian ketika Safiyyah radhiyallahu ‘anha menangis karena dia (Safiyyah) berkata bahwa beliau (Rasulullah) memberikan sebuah unta yang lamban. Rasulullah pun menyapu air matanya, menghiburnya, dan membawakannya sebuah unta yang lain.

9. Penuh humor dan bermain-mainlah dengan istri anda. Lihatlah betapa Rasulullah saw pernah bertanding lari dengan istrinya Aisyah radhiyallahu ‘anha di sebuah padang, dan membiarkan Aisyah memenangkannya. Kapan saat terakhir kita melakukan hal seperti itu?

10. Ingatlah selalu sabda Rasulullah SAW: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang memperlakukan keluarganya dengan baik. Dan aku adalah yang terbaik memperlakukan keluargaku.” Cobalah jadi yang terbaik. Sebagai kata akhir: Jangan pernah lupa berdo'a kepada Allah Azza wa Jalla, agar membuat pernikahan anda bahagia.

Bagi yang belum berkeluarga persiapkan langkah-langkah strategis yang diperlukan jika nanti kita berkeluarga, bagi yang sudah berkeluarga "Sudahkah kita membuat istri kita bahagia ? " jika belum mulaiilah dari yang kecil, dari yang sederhana dan mulai sekarang juga.

Semoga bermanfaat ...!

Sebuah kisah inspiratif

17.56 Posted In Edit This 0 Comments »
Saya tulis karena materi beikut sarat makna dan penting untuk diketahui oleh semua orang  :
Seorang guru wanita dengan bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya punya satu permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"

Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat.

Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi. Tentu saja murid-murid tadi banyak yang keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti.

Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Anak-anak, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang batil itu batil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh-musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi batil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kita akan terbiasa dengan hal itu. Dan kita mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kita tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan ketika. "Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain."

"Semuanya sudah terbalik." lanjutnya, "Dan tanpa disadari, kita sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa bahwa itu merupakan satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya.

"Paham Bu..."

"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan. "Ibu ada Qur'an, Ibu akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang kamu berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada di tengah tanpa memijak karpet?"

Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencuba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain.

Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.

"Anak-anak, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya... Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kita dengan terang-terang. Karena tentu kita akan menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina di hadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung kita perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kita tidak sadar."

"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dengan tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, terus dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."

"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tapi mereka akan perlahan-lahan meletihkan kita. Mulai dari perangai kita, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kita muslim, tapi kita telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara-cara mereka... Dan itulah yang mereka inginkan. Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "

"Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak Ibu?" tanya salah seorang murid.

"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi." "Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar".

"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari berdoa dahulu sebelum pulang..."

Matahari bersinar terik takala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya...

 
Pembelajaran seperti ini ... di kelas kita ... Mantap bener !

Apa itu Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ?

18.24 Posted In Edit This 0 Comments »

Ada beberapa alasan tentang PKB berada diposisi dilematis dan kewajiban memenuhi jam mengajar bagi guru, peta permasalahan yang muncul, serta altematif pemecahannya. 

     PKB adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitas guru. PKB terdiri dan tiga macam kegiatan, yaitu ;

(1) pengembangan diri, 

(2) publikasi ilmiah, dan 

(3) karya inovatif. 

Tujuan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Tujuan umum pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) adalah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan secara khusus tujuan pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah sebagai berikut; 
  1. Meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku.
  2. Memutakhirkan kompetensi guru untuk memenuhi kebutuhan guru dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk memfasilitasi proses pembelajaran peserta didik. 
  3. Meningkatkan komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.
  4. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi guru.
  5. Meningkatkan citra, harkat, dan martabat profesi guru di   masyarakat.
  6. Menunjang pengembangan karir guru

Manfaat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Manfaat pengembangan keprofesian berkelanjutan yang terstruktur, sistematik dan memenuhi kebutuhan peningkatan keprofesian guru adalah sebagai berikut:
  1. Bagi Peserta Didik. Dengan adanya pelaksanaan PKB, maka peserta didik memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman belajar yang efektif.
  2. Bagi Guru. Kepada guru dengan melaksanakan PKB (pengembangan keprofesian berkelanjutan) akan dapat memenuhi standar dan mengembangkan kompetensinya sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas utamanya secara efektif  sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik untuk menghadapi kehidupan di masa datang.
  3. Bagi Sekolah/Madrasah. Sekolah/Madrasah akan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas bagi peserta didik.
  4. Orang tua/masyarakat memperoleh jaminan bahwa anak mereka mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan pengalaman belajar yang efektif.
  5. Bagi Pemerinta, dengan adanya PKB akan memberikan jaminan kepada masyarakat tentang layanan pendidikan yang berkualitas dan profesional.

Sasaran Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Sasaran kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah semua guru pada satuan pendidikan yang berada di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan/atau Kementerian lain, serta satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Kebijakan PKB ini disinyalir akan menghadapi empat permasalahan. yaitu ;

Pertama, beban mengajar guru 24 jam per-minggu dirasa sangat berat. 

Kedua, para guru tidak disiapkan secara sungguh-sungguh untuk menjadi peneliti. 

Ketiga, pengelolaan sistem penilaian kinerja guru yang kurang berkeadilan. 

Keempat, kebijakan tentang otonomi daerah yang tertuang dalam UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi daerah Jo UU No. 32 thn 2004 tentang Pemerintah daerah dan desentralisasi pendidikan (PP No. 25 Thn 2000 tentang Kewenangan pemerintah dan Provinsi, jo PP No. 38 Thn 2007 tentang Pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah Kabupaten/Kota) "menyeret" guru dalam ranah politik

Altematif pemecahannya adalah: 

(1) merevisi PP No. 14 Tahun 2008 yang mengatur tentang beban kerja guru menjadi minimal 18 jam, maksimal 24 jam, sehingga setara dengan beban kerja dosen, Atau kalau beban kerja minimal 24 jam dan maksimal 40 jam mempakan harga mati yang harvs diteima, maka altematif pemecahannya adalah mengembalikan pemenuhan beban kerja guru berdasarkan Permendiknas nomor 30 tahun 2011 tentang Perubahan atas peraturan merited pendidikan nasional nomor 39 tahun 2009 tentang pemenuhan beban kerja guru dan pengawas satuan pendidikan, 

(2) mengembangkan sistem pelatihan penelitian guru secara berkelanjutan dengan melibatkan widyaiswara LPMP dan pakar dari perguman tinggi, 

(3) penataan sistem penilaian PK guruyang berkeadilan, serta 

(4) membebaskan gurudari lingkaran ams politik praktis dengan cara merevisi UU No. 22 Thn 1999 tentang Otonomi daerah Jo UU No. 32 thn 2004 tentang Pemerintah daerah dan desentralisasi pendidikan (PP No. 25 Thn 2000 tentang Kewenangan pemerintah dan Provinsi, jo PP No. 38 Thn 2007 tentang Pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah Kabupaten/Kota. Khususnya kewenangan pemerintah daerah (cq BupatiA/Valikota) dalam rekrutmen dan mutasi guru

Tips. Biar Tidak Malas Bekerja

20.02 Posted In Edit This 0 Comments »
Nanti dulu aja deh, ntar deh, bentar lagi aja ngerjainnya.. Apakah Anda sering mengatakan hal-hal tersebut pada diri Anda? Dengan kata lain, apakah Anda sering menunda pekerjaan Anda? Jika ya, kami yakin, jauh di lubuk hati Anda, Anda sebenarnya tahu bahwa Anda sedang melakukan hal yang salah.
Mungkin hal ini terkesan cukup sepele, tapi kalau dibiarkan terlalu lama, akan mengancam beberapa hal dalam hidup Anda. Jika Anda benar-benar ingin berubah, berikut adalah tipsnya untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Lakukan di waktu-waktu produktif
Coba Anda cari tau kapan kira-kira Anda lebih sering bekerja atau melakukan sesuatu, misalnya sekitar jam 8 pagi sampai jam 12 siang dan jam 6 sampai 9 malam. Nah, bekerjalah di jam tersebut dan biarkan waktu selain itu kosong. Selain itu, Anda bisa memanfaatkannya sebagai deadline jangka pendek untuk memacu kinerja Anda.

Buat orang-orang yang Anda cintai sebagai motivasi
Cinta bisa membuat Anda bersemangat. Tidak ada salahnya memanfaatkan hal tersebut. Cinta tidak harus kepada pacar, dengan mengingat orang tua dan ingin memberikan suatu yang berharga bagi mereka bisa jadi salah satu motivasi.

Lakukan dengan cara lain
Jika Anda sering diberitahu cara melakukan sesuatu harus begini dan begitu, ikuti cara prosedur pokoknya saja, selebihnya tentukan cara Anda sendiri, dengan begitu Anda akan lebih asyik dalam mengerjakan pekerjaan Anda.

Memberi self-reward
Jika biasanya Anda menunda pekerjaan karena sering mengikuti mood, hal ini bisa digunakan untuk menjaga mood Anda tersebut. Setelah berhasil mencapai suatu target dan memberi hadiah pada diri Anda, maka Anda akan bersemangat melakukan pekerjaan berikutnya.

Pikirkan tentang konsekuensi
Coba pikirkan kembali tujuan akhir yang ingin Anda capai. Setelah itu bayangkan jika hal tersebut tidak bisa Anda raih hanya karena seringnya menunda pekerjaan-pekerjaan Anda. Tentu Anda tidak mau menyesal nantinya kan, Ladies.

Ceritakan pada seseorang yang Anda percaya
Jika Anda memiliki seseorang yang menurut Anda berpengalaman, Anda bisa meminta saran dan motivasi darinya. Hal ini bisa jadi suntikan semangat untuk segera menyelesaikan pekerjaan Anda dan mencapai tujuan.
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba

Strategi Pembelajaran

20.14 Posted In Edit This 0 Comments »
 

Apa itu Strategi Pembelajaran ?

Strategi belajar-mengajar adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa (Gerlach dan Ely). Strategi belajar-mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga termasuk di dalamnya materi atau paket pengajarannya(Dick dan Carey). Strategi belajar-mengajar terdiri atas semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran tertentu dengan kata lain strategi belajar-mengajar juga merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai (Gropper). Tiap tingkah laku yang harus dipelajari perlu dipraktekkan.Menurut Gropper sesuai dengan Ely bahwa perlu adanya kaitan antara strategi belajar mengajar dengan tujuan pengajaran, agar diperoleh langkah-langkah kegiatan belajar-mengajar yang efektif dan efisien. Ia mengatakan bahwa strategi belajar-mengajar ialah suatu rencana untuk pencapaian tujuan. Strategi belajar-mengajar terdiri dari metode dan teknik (prosedur) yang akan menjamin siswa betul-betul akan mencapai tujuan, strategi lebih luas daripada metode atau teknik pengajaran.Metode, adalah cara, yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini berlaku baik bagi guru (metode mengajar) maupun bagi siswa (metode belajar). Makin baik metode yang dipakai, makin efektif pula pencapaian tujuan (Winamo Surakhmad)Kadang-kadang metode juga dibedakan dengan teknik. Metode bersifat prosedural, sedangkan teknik lebih bersifat implementatif. Maksudnya merupakan pelaksanaan apa yang sesungguhnya terjadi (dilakukan guru) untuk mencapai tujuan. Contoh: Guru A dengan guru B sama-sama menggunakan metode ceramah. Keduanya telah mengetahui bagaimana prosedur pelaksanaan metode ceramah yang efektif, tetapi hasilnya guru A berbeda dengan guru B karena teknik pelaksanaannya yang berbeda. Jadi tiap guru mungakui mempunyai teknik yang berbeda dalam melaksanakan metode yang sama.Dapat disimpulkan bahwa strategi terdiri dan metode dan teknik atau prosedur yang menjamin siswa mencapai tujuan. Strategi lebih luas dari metode atau teknik pengajaran. Metode atau teknik pengajaran merupakan bagian dari strategi pengajaran.
KLASIFIKASI STRATEGI BELAJAR-MENGAJARKlasifikasi strategi belajar-mengajar, berdasarkan bentuk dan pendekatan:1.      Expository dan Discovery/Inquiry :
“Exposition” (ekspositorik) yang berarti guru hanya memberikan informasi yang berupa teori, generalisasi, hukum atau dalil beserta bukti bukti yang mendukung. Siswa hanya menerima saja informasi yang diberikan oleh guru. Pengajaran telah diolah oleh guru sehingga siap disampaikan kepada siswa, dan siswa diharapkan belajar dari informasi yang diterimanya itu, disebut ekspositorik. Hampir tidak ada unsur discovery (penemuan). Dalam suatu pengajaran, pada umumnya guru menggunakan dua kutub strategi serta metode mengajar yang lebih dari dua macam, bahkan menggunakan metode campuran.
Suatu saat guru dapat menggunakan strategi ekspositorik dengan metode ekspositorik juga. Begitu pula dengan discovery/inquiry. Sehingga suatu ketika ekspositorik - discovery/inquiry dapat berfungsi sebagai strategi belajar-mengajar, tetapi suatu ketika juga berfungsi sebagai metode belajar-mengajar. Guru dapat memilih metode ceramah, ia hanya akan menyampaikan pesan berturut-turut sampai pada pemecahan masalah/eksperimen bila guru ingin banyak melibatkan siswa secara aktif. Guru dapat mengkombinasikan berbagai metode yang dianggapnya paling efektif untuk mencapai suatu tujuan tertentu.2.      Discovery dan Inquiry :
Discovery (penemuan) sering dipertukarkan pemakaiannya dengan inquiry (penyelidikan). Discovery (penemuan) adalah proses mental dimana siswa mengasimilasikan suatu konsep atau suatu prinsip. Proses mental misalnya; mengamati, menjelaskan, mengelompokkan, membuat kesimpulan dan sebagainya. Sedangkan konsep, misalnya; bundar, segi tiga, demokrasi, energi dan sebagai. Prinsip misalnya “Setiap logam bila dipanaskan memuai”Inquiry, merupakan perluasan dari discovery (discovery yang digunakan lebih mendalam) Artinya, inquiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. Misalnya; merumuskan problema, merancang eksperi men, melaksanakan eksperimen, melaksanakan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis data, membuat kesimpulan, dan sebagainya.Selanjutnya Sund mengatakan bahwa penggunaan discovery dalam batas-batas tertentu adalah baik untuk kelas-kelas rendah, sedangkan inquiry adalah baik untuk siswa-siswa di kelas yang lebih tinggi. DR. J. Richard Suchman mencoba mengalihkan kegiatan belajar-mengajar dari situasi yang didominasi. guru ke situasi yang melibatkan siswa dalam proses mental melalui tukar pendapat yang berwujud diskusi, seminar dan sebagainya. Salah satu bentuknya disebut Guided Discovery Lesson, (pelajaran dengan penemuan terpimpin) yang langkah-langkahnya sebagai berikut:1.      Adanya problema yang akan dipecahkan, yang dinyatakan dengan pernyataan atau pertanyaan
2.      Jelas tingkat/kelasnya (dinyatakan dengan jelas tingkat siswa yang akan diberi pelajaran, misalnya SMP kelas III)
3.      Konsep atau prinsip yang harus ditemukan siswa melalui keglatan tersebut perlu ditulis dengan jelas.
4.      Alat/bahan perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam melaksanakan kegiatan
5.      Diskusi sebagai pengarahan sebelum siswa melaksanakan kegiatan.
6.      Kegiatan metode penemuan oleh siswa berupa penyelidikan/percobaan untuk menemukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang telah ditetapkan
7.      Proses berpikir kritis perlu dijelaskan untuk menunjukkan adanya mental operasional siswa, yang diharapkan dalam kegiatan.
8.      Perlu dikembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka, yang mengarah pada kegiatan yang dilakukan siswa.
9.      Ada catatan guru yang meliputi penjelasan tentang hal-hal yang sulit dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil terutama kalau penyelidikan mengalami kegagalan atau tak berjalan Sebagaimana mestinya.
Sedangkan langkah-langkah inquiry menurut dia meliputi:1.      Menemukan masalah
2.      Pengumpulan data untuk memperoleh kejelasan
3.      Pengumpulan data untuk mengadakan percobaan
4.      Perumusan keterangan yang diperoleh
5.      Analisis proses inquiry.
3.      Pendekatan konsep :
Terlebih dahulu harus kita ingat bahwa istilah “concept” (konsep) mempunyai beberapa arti. Namun dalam hal ini kita khususkan pada pembahasan yang berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar. Suatu saat seseorang dapat belajar mengenal kesimpulan benda-benda dengan jalan membedakannya satu sama lain. Jalan lain yang dapat ditempuh adalah memasukkan suatu benda ke dalam suatu kelompok tertentu dan mengemukakan beberapa contoh dan kelompok itu yang dinyatakan sebagai jenis kelompok tersebut. Jalan yang kedua inilah yang memungkinkan seseorang mengenal suatu benda atau peristiwa sebagai suatu anggota kelompok tertentu, akibat dan suatu hasil belajar yang dinamakan “konsep”.Kita harus memperhatikan pengertian yang paling mendasar dari istilah “konsep”, yang ditunjukkan melalui tingkah laku individu dalam mengemukakan sifat-sifat suatu obyek seperti : bundar, merah, halus, rangkap, atau obyek-obyek yang kita kenal seperti rambut, kucing, pohon dan rumah. Semuanya itu menunjukkan pada suatu konsep yang nyata (concrete concept). Gagne mengatakan bahwa selain konsep konkret yang bisa kita pelajari melalui pengamatan, mungkin juga ditunjukkan melalui definisi/batasan, karena merupakan sesuatu yang abstrak. Misalnya iklim, massa, bahasa atau konsep matematis. Bila seseorang telah mengenal suatu konsep, maka konsep yang telah diperoleh tersebut dapat digunakan untuk mengorganisasikan gejala-gejala yang ada di dalam kehidupan. Proses menghubung-hubungkan dan mengorganisasikan konsep yang satu dengan yang lain dilakukan melalui kemampuan kognitif   4.      Pendekatan Cara Belajar Stswa Aktif (CBSA)
Pendekatan ini sebenamya telah ada sejak dulu, ialah bahwa di dalam kelas mesti terdapat kegiatan belajar yang mengaktifkan siswa (melibatkan siswa secara aktif). Hanya saja kadar (tingkat) keterlibatan siswa itulah yang berbeda. Kalau dahulu guru lebih banyak menjejalkan fakta, informasi atau konsep kepada siswa, akan tetapi saat ini dikembangkan suatu keterampilan untuk memproses perolehan siswa. Kegiatan belajar-mengajar tidak lagi berpusat pada siswa (student centered).Siswa pada hakekatnya memiliki potensi atau kemampuan yang belum terbentuk secara jelas, maka kewajiban gurulah untuk merangsang agar mereka mampu menampilkan potensi itu, betapapun sederhananya. Para guru dapat menumbuhkan keterampilan-keterampilan pada iswa sesuai dengan taraf perkembangannya, sehingga mereka memperoleh konsep. Dengan mengembangkan keterampilan keterampilan memproses perolehan, siswa akan mampu menemukan dan mengembangkan sendin fakta dan kosep serta mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Proses belajar-mengajar seperti inilah yang dapat menciptakan siswa belajar aktif.Hakekat dari CBSA adalah proses keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang memungkinkan terjadinya:Ø  Proses asimilasi/pengalaman kognitif, yaitu: yang memungkinkan terbentuknya pengetahuan
Ø  Proses perbuatan/pengalaman langsung, yaitu: yang memungkinkan terbentuknya keterampilan
Ø  Proses penghayatan dan internalisasi nilai, yaitu: yang memungkinkan terbentuknya nilai dan sikap
Walaupun demikian, hakekat CBSA tidak saja terletak pada tingkat keterlibatan intelektual-emosional, tetapi terutama juga terletak pada diri siswa yang memiliki potensi, tendensi atau kemungkinan kemungkinan yang menyebabkan siswa itu selalu aktif dan dinamis. Oleh sebab itu guru diharapkan mempunyai kemampuan profesional sehingga ia dapat menganalisis situasi instruksional kemudian mampu merencanakan sistem pengajaran yang efektif dan efisien.Dalam menerapkan konsep CBSA, hakekat CBSA perlu dijabarkani menjadi bagian-bagian kecil yang dapat kita sebut sebagai prinsip-pninsip CBSA sebagai suatu tingkah laku konkret yang dapat diamati. Dengan demikian dapat kita lihat tingkah laku siswa yang muncul dalam suatu kegiatan belajar mengajar karena memang sengaja dirancang untuk itu.Prinsip-Prinsip CBSA yang nampak pada 4 dimensi sebagai berikut:a. Dimensi subjek didik :
  • Keberanian mewujudkan minat, keinginan, pendapat serta dorongan-dorongan yang ada pada siswa dalam proses belajar-mengajar. Keberanian tersebut terwujud karena memang direnca nakan oleh guru, misalnya dengan format mengajar melalui diskusi kelompok, dimana siswa tanpa ragu-ragu mengeluarkani pendapat.
  • Keberanian untuk mencari kesempatan untuk berpartisipasi dalam persiapan maupun tindak lanjut dan suatu proses belajar-mengajar maupun tindak lanjut dan suatu proses belajar mengajar. Hal mi terwujud bila guru bersikap demokratis.
  • Kreatifitas siswa dalam menyelesaikan kegiatan belajar sehingga dapat mencapai suatu keberhasilan tertentu yang memang dirancang olch guru.
  • Kreatifitas siswa dalam menyelesaikan kegiatan belajar sehingga dapat mencapai suatu keberhasilan tertentu, yang memang dirancang oleh guru.
  • Peranan bebas dalam mengerjakan sesuatu tanpa merasa ada tekanan dan siapapun termasuk guru.
b. Dimensi Guru
  • Adanya usaha dan guru untuk mendorong siswa dalam meningkatka kegairahan serta partisipasi siswa secara aktif dalam proses belajar-mengajar.
  • Kemampuan guru dalam menjalankan peranannya sebagai inovator dan motivator.
  • Sikap demokratis yang ada pada guru dalam proses belajar-mengajar.
  • Pemberian kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan cara, mama serta tingkat kemampuan masing-masing.
  • Kemampuan untuk menggunakan berbagai jenis strategi belajar-mengajar serta penggunaan multi media. Kemampuan mi akan menimbulkan lingkuñgan belajar yang merangsang siswa untuk mencapai tujuan.
c. Dimensi Program
  • Tujuan instruksional, konsep serta materi pelajaran yang memenuhi kebutuhan, minat serta kemampuan siswa; merupakan suatu hal yang sangat penting diperhatikan guru.
  • Program yang memungkinkan terjadinya pengembangan konsep mau pun aktivitas siswa dalam proses belajar-mengajar.
  • Program yang fleksibel (luwes); disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
d. Dimensi situasi belajar-mengajar
  • Situasi belajar yang menjelmakan komunikasi yang baik, hangat, bersahabat, antara guru-siswa maupun antara siswa sendiri dalam proses belajar-mengajar.
  • Adanya suasana gembira dan bergairah pada siswa dalam proses belajar-mengajar.
Menurut Benjamin S. Bloom CS, ada tiga domein ialah:1) Domein kognitif, yang menitik beratkan aspek cipta.2) Domein afektif, aspek sikap.3) Dornein psikomotor, untuk aspek gerak.Di samping pengelompokan (klasifikasi) tersebut di atas, masih ada pengelompokkan yang lebih komprehensif dalam arti meninjau beberapa faktor sekaligus seperti, wawasan tentang manusia dan dunianya, tujuan serta lingkungan belajar. Pendapat ini dikemukakan oleh Bruce Joyce dan Marsha Well dengan mengemukakan rumpun model-model mengajar sebagai berikut :a.       Rumpun model interaksi sosial
b.      Rumpun model pengelola informasi Rumpun model personal-humanistik
c.       Rumpun model modifikasi tingkah laku.
T. Raka Joni mengemukakan suatu kerangka acuan yang dapat digunakan untuk memahami strategi belajar-mengajar, sebagai berikut:1.      Pengaturan guru-siswa :
o    Dari segi pengaturan guru dapat dibedakan antara : Pengajaran yang diberikan oleh seorang guru atau oleh tim
o    Hubungan guru-siswa, dapat dibedakan : Hubungan guru-siswa melalui tatap muka secara langsung ataukah melalui media cetak maupun media audio visual.
o    Dari segi siswa, dibedakan antara : Pengajaran klasikal (kelompok besar) dan kelompok kecil
(antara 5 - 7 orang) atau pengajaran Individual (perorangan)
(antara 5 - 7 orang) atau pengajaran Individual (perorangan) 2.      Struktur peristiwa belajar-mengajar :
Struktur peristiwa belajar, dapat bersifat tertutup dalam arti segala sesuatunya telah ditentukan secara ketat, misalnya guru tidak boleh menyimpang dari persiapan mengajar yang telah direncanakan. Akan tetapi dapat terjadi sebaliknya, bahwa tujuan khusus pengajaran, materi serta prosedur yang ditempuh ditentukan selama pelajaran berlangsung. Struktur yang disebut terakhir ini memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut berperan dalam menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana langkah langkah yang akan ditempuh.3.      Peranan guru-siswa dalam mengolah pesan :
Tiap peristiwa belajar-mengajar bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu, ingin menyampaikan pesan, informasi, pengetahuan dan keterampilan tertentu kepada siswa. Pesan tersebut dapat diolah sendiri secara tuntas oleh guru sebelum disampaikan kepada siswa, namun dapat juga siswa sendid yang diharapkan kepada siswa, namun dapat juga siswa sendid yang diharapkan mengolah dengan bantuan sedikit atau banyak dan guru. Pengajaran yang disampaikan dalam keadaan siap untuk ditedma siswa, disebut strategi ekspositorik, sedangkan yang masih harus diolah oleh siswa dinamakan heudstik atau hipotetik. Dan strategi heuristik dapat dibedakan menjadi dua jenis ialah penemuan (discovery) dan penyelidikan (inquiry).4.      Proses pengolahan pesan :
Dalam peristiwa belajar-mengajar, dapat terjadi bahwa proses pengolahan pesan bertolak dari contoh-contoh konkret atau peristiwa-peristiwa khusus kemudian diambil suatu kesimpulan (generalisasi atau pnnsip-pnnsip yang bersifat umum). Strategi belajar-mengajar yang dimulai dari hal-hal yang khusus menuju ke umum tersebut, dinamakan strategi yang bersifat induktif.
Adapun strategi pembelajaran antara lain :
  • Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  • Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  • Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  • Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
  • Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  • Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  • Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  • Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian,teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:




Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

Sumber :


Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.

http://ilmu-pendidikanislam.blogspot.com

Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/ )