Selamat menjalankan Puasa

07.53 Posted In , Edit This 0 Comments »
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Romadhon Ya ...
semoga bisa puasa selama sebulan penuh ... jangan lobang ....
Semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat puasanya ya ...

Siapa Ki Hajar Dewantara itu ?

22.59 Posted In , Edit This 0 Comments »
Mungkin sebagian dari kita ingin tahu siapa gerangan beliau, apa peranan beliau kok disebut-sebut sebagai bapak pendidikan di Indonesia. simak ulasan berikut ini ya apabila ada yang kurang mohon koreksinya.

       Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli R.M. Suwardi Suryaningrat. Beliau berasal dan keluarga keturunan Keraton Yogyakarta. Beliau mengganti namanya tanpa gelar bangsawan agar dapat lebih dekat dengan rakyat. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau belajar di STOVIA, tetapi tidak menamatkannya karena sakit. BeIiau kemudian bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain De Express, Utusan Hindia,dan Kaum Muda. Sebagai penulis yang handal, tulisannya mampu membangkitkan semangat antikolonialisme rakyat Indonesia.
       Ki Hajar Dewantara juga aktif di bidang politik dengan bergabung ke dalam Budi Utomo, lalu mendirikan Indische Partij sebagai partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia pada tanggai 25 Desember 1912 bersama kedua rekannya, Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangunkusumo . 
        Ki Hajar Dewantara juga ikut membidani terbentuknya Komite Bumiputra di tahun 1913 sebagai bentuk protes terhadap rencana Belanda memeringati kemerdekaannyaa dan Perancis. Beliau kemudian membuat sebuah tulisan pedas di harian De Express yang berjudui “Als lk een Nederlander” (Seandainya Aku Seorang Belanda). Melalui tulisan ini, beliau menyindir Belanda yang hendak merayakan 100 tahun kemerdekaannyaa dan Perancis di negeri jajahan dengan menggunakan uang rakyat indonesia. Berikut ini kutipannya.
       “Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh Si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. ide untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu ! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya”
        Akibatnya, Belanda pun langsung menjatuhkan hukuman pengasingan. Bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesomo, beliau dibuang ke Belanda. Di Belanda, Ki Hajar Dewantara memanfaatkan kesempatan mendalami masalah pendidikan dan pengajaran. 

       Setelah kembali ke tanah air, Ki Hajar Dewantara memusatkan perjuangan melalui pendidikan dengan mendirikan perguruan Taman Siswa pada tanggal 3 JuIi 1922. Perguruan ini merupakan wadah untuk menanamkan rasa kebangsaaan kepada anak didik. Ajaran Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Artinya adalah di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan. Berkat jasanya yang besar di bidang pendidikan maka pemerintah menetapkan beliau sebagai Bapak Pendidikan dan tanggal lahirnya, 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional. Pada tahun 1957, beliau mendapat gelar Doctor Honoris Causa dan Universitas Gadjah Mada. Dua tahun setelah mendapat gelar tersebut, beliau meninggal dunia pada tanggat 26 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di Taman Wijaya Brata.
  • Tempat/TgI. Lahir       :  Yogyakarta, 2 Mei 1889
  • Tempat/TgI. Wafat      :  Yogyakarta, 26 April 1959
  • SK Presiden               :  Keppres No. 305 Tahun 1959, Tgl. 28 November 1959
  • Gelar                          :  Pahlawan Nasional
Selain ajarannya di bidang pendidikan, Ki Hadjar juga meninggalkan pesan yang sangat baik diteladani. Pesan tersebut kini dapat dilihat pada Museum Sumpah Pemuda di JI. Kramat Raya, Jakarta. 
 
“Aku hanya orang biasa yang Bekerja untuk bangsa lndonesia dengan cara Indonesia. Namun, yang penting untuk kalian yakini, sesaat pun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara"
 
Semoga momentum kebangkitan  bangsa kita dapat terlaksana dengan hadirnya Ki Hajar - Ki Hajar selanjutnya. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2015 ....  Bravo Pendidikan Indonesia  ....

Senangnya tahu Apa Hari Kartini itu ?

11.37 Posted In , Edit This 0 Comments »
SUDAH berlangsung puluhan tahun. Tiap merayakan Hari Kartini, banyak wanita merayakannya dengan cara berpakaian kebaya, bersanggul dan kadang-0ladang juga ada acara masak-memasak. Bahkan, yang pria ikut-ikutan memakai pakaian jas atau pakaian adat Jawa. Benarkah harus demikian?
Siapakah RA Kartini?
Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini[1] adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini).
Apa pemikiran-pemikiran RA Kartini?
Surat-surat Kartini juga berisi harapannya untuk memperoleh pertolongan dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle “Stella” Zeehandelaar, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini).
Pertanyaan-pertanyaan sekitar peringatan Hari Kartini
Memperingati  Hari Kartini berarti:
1.Berarti memperingati hari lahir RA Kartini, 21 April (1879).
2.Berarti memperingati kebaya RA Kartini
3.Berarti memperingati RA Kartini sebagai pelopor pejuang emansipasi wanita
ad.1.Berarti memperingati hari lahir RA Kartini, 21 April
Kalau hanya memperingati haru ulang tahun RA Kartini tentu kurang tepat. Sebab hari lahir RA kartini tidak punya makna apa-apa, baik makna sejarah, makna politik ataupun makna apapun juga. Kelahiran RA Kartini merupakan wilayah Logika Pribadi.
ad.2.Berarti memperingati kebaya RA Kartini
Kalau hanya memperingati kebaya yang dipakai RA Kartini juga tak punya makna apa-apa, karena tidak ada makna sejarah, makna politik ataupun makna apapun juga. Lagipula, bukan orang Jawa saja yang memakai kebaya. Seku-suku lain juga memakai kebaya. Kalau suku-suku lain harus memperingati hari Kartini dengan memakai kebaya Jawa, tentu tidak relevan. Sebaliknya, kalau suku-suku non-Jawa harus memakai kebaya daerah masing-masing, juga tidak relevan. Kalau hanya wanita Jawa saja yang memperingati Hari Kartini dan berkebaya Jawa, tentu tidak nasionalis. Kebaya merupakan wilayah Logika Budaya.
ad.3.Berarti memperingati RA Kartini sebagai pelopor pejuang emansipasi wanita
Perjuangan RA Kartini adalah perjuangan emasipasi wanita di bidang pendidikan dan dalam hal hak untuk menentukan jodohnya sendiri, tidak ingin dipingit. Perjuangan ini tidak hanya untuk kepentingan RA Kartini sendiri, melainkan bagi kepentingan seluruh wanita Indonesia. Wilayah logikanya adalah Logika Emansipasi.
Apa bedanya dengan peringatan Hari Ibu di Indonesia 22 Desember?
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran> yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso.[6] Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini,[7] Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lain-lain.( Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu#Hari_Ibu_di_Indonesia).
Kesimpulan
1.Tanggal lahir RA Kartini:
Kalau mau jujur, antara tanggal lahir RA Kartini dengan perjuangan emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini, tentu tidak ada relevansinya sama sekali. Seharusnya, tanggal tertentu yang ada nilai sejarahnya, seperti halnya Hari Ibu yang ditetapkan sesuai diselenggarakannya  Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Artinya, 21 April adalah hari kelahiran RA Kartini dan bukan peristiwa sejarah.
Catatan:
Penetapan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini itulah yang tidak dapat diterima secarasosologis, filosofis dan yuridis. Materi muatan Keppres No. 108 tahun 1964, terutamamenyangkut penetapannya tanggal 21 April sebagai Hari Kartini, adalah sangat diskriminatif.Kalau tidak ada diskriminatif seharusnya tidak ada Hari Kartini. Untuk mempersamakannya,seharusnya ada Hari Soekarno, Hari Hatta, Hari Dewi Sartika, Hari Tjut Nya’ Dien, Hari RohanaKudus, dan lain sebagainya. —Sumber: http://www.slideshare.net/advokat-muadz/hari-kartini-kebijakan-nasional-diskriminatif-12626057.
2.Kebaya RA Kartini:
Kalau mau berlogika secara jernih, antara kebaya yang digunakan RA Kartini dengan perjuangan emansipasi oleh RA Kartini, tidak ada hubungannya yang signifikan. Kebetulan RA Kartini memakai pakaian kebaya dan bersanggul. Kalau berpakaian lain dan tidak bersanggul, apakah akan dicontoh juga? Dengan demikian, memperingati Hari Kartini tidak harus, tidak wajib dan tidak selalu memakai kebaya. Boleh memakai pakaian sehari-hari. Yang penting adalah esensi daripada Hari Kartini itu sendiri, yaitu perjuangan emansipasi wanita. Artinya, memakai kebaya bukanlah pertistiwa sejarah.
Catatan:
Kebetulan RA Kartini orang Jawa yang berkebaya dan bersanggul. Bagaimana jika Kartini adalah orang pribumi Papua yang berpakaian tradisional sederhana? Seharusnya, Hari Kartini diperingati dengan cara para wanita memakai pakaian profesi yang biasanya hanya dilakukan kaum pria. Misalnya, berpakaian pilot pesawat, petugas pemadam kebakaran, pembalap mobil F1, gubernur, polwan/wanpol, astronout dan lain-lain.
3.Perjuangan RA Kartini:
Yang harus diperingati dari RA Kartini adalah perjuangan emansipasi wanita, antara lain di bidang pendidikan. Pejuangan HAM wanita agar sejajar dengan HAM pria. Bentuknya bisa berupa ceramah-ceramah tentang perjuangan emansipasi wanita yang dilakukan oleh RA Kartini. Sebab, banyak yang memperingati Hari Kartini dengan berkebaya, tetapi tidak faham tentang hakekat atau esensi daripada Hari Kartini itu sendiri. Artinya, perjuangan emansipasi RA artini adalah peristiwa sejarah.
Catatan:
Harus dicari, sejak kawan perjuangan emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini? Misalnya, harus dicari tanggal pembuatan surat pertamanya.
Kapan seharusnya Hari Kartini diperingati?
Memperingati Hari Kartini sesuai dengan tanggal lahir RA Kartini tidaklah penting dan tidak relevan.. Terlalu pribadi. Yang seharusnya adalah momen sejarahnya, yaitu saat RA Kartini menulis surat pertamanya. Surat -surat  RA Kartini yang legendaries dan banyak diterbitkan dalam bentuk buku adalah Habis Gelap Terbitlah Terang (Door Duisternis Tot Licht). Surat-surat itu pertama kali di bukukan oleh J.H. Abendanon, yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Tepatnya, saat surat-surat RA Kartini dibukukan. Saat itulah ada nilai sejarahnya. Masalahnya adalah, kapan surat pertama  RA Kartini ditulis? Surat pertama  tersebut merupakan peristiwa sejarah.
Kesimpulan khusus:
Merayakan hari Kartini dengan memakai kebaya merupakan tradisi yang tidak ada unsur peristiwa sejarahnya. Artinya, memakai kebaya tidak ada relevansinya dengan perjuangan RA Kartini.

Pacaran

06.14 Posted In , , Edit This 0 Comments »


Ini dapat bingkisan kata-kata motivasi tentang pacaran :
Dari Om Mario Teguh lho :
1.      Pacaran adalah Jomblo yang cari Masalah
2.      Pacaran kan menambah semangat belajar, itu semua adalah modus, kenyataannya berantakan.
3.      Pacarankan tergantung pribadinya. Benar.
      Jika pribadinya buruk akan menjadi buruk jika baik ia akan menunda pacaran
4.      Tunda Pacaran selama mungkin, focus pada studi dan kemandirian,
       cinta yang berkelas akan datang sendiri
5.      Jodoh itu berkelas, jika kamu baik akan mendapatkan yang baik,
      jika asal asalan akan mendapatkan yang asal-asalan juga.
6.      Pacaran dapat memberi dampak yang positif. Akan lebih positif lagi jika tidak pacaran

Riwayat Singkat Hari Jadi Kabupaten Mojokerto

06.12 Posted In Edit This 0 Comments »


( Bagian 1 )
Diambil dari buku kerja Pemerintah Kabupaten Mojokerto
Catatan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Kabupatenku Kabupaten Mojokerto :


Dengan melihat sinyal pada pasal-pasal dua keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor 22/Tap/Kdh/1973 tanggal 12 September 1973, bahwa ketetapan  tentang hari jadi tersebut bersifat sementara, maka bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto H. MAHMOED ZAIN, SH sejak awal menjabat, mulai mengadakan berbagai upaya pendekatan, mengingat hari Jadi Kabupaten Mojokerto yang telah ditetapkan pada tanggal 12 September 1938 kurang memberikan etos kerja dan jati diri masyarakat kabupaten Mojokerto yang mempunyai akar sejarah berkaitan erat dengan hari jadi kabupaten Mojokerto yang lebih berakar pada perjuangan para pendahulu bangsa ketika pada saat kejayaannya, untuk dijadikan semangat dalam membangun dan mengabdi kepada Negara dan Bangsa saat ini serta memberikan gambaran untuk mampu memberikan loncatan prestasi di masa mendatang dengan menggali potensi yang ada di daerah.
Upaya pendekatan tersebut antara lain :
1.      Pada tanggal 20 Agustus 1991 dilaksanakan seminar sehari dengan tema Kabupaten Mojokerto Menyongsong Hari Esok
2.      Pada tanggal 8 September 1992, dilaksanakan symposium Menyongsong Tujuh Abad Mojopahit, yang dihadiri oleh Bapak Sekjen Depdagri, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur, Javanologi Surabaya, Pakar-pakar sejarah baik dari perguruan Tinggi maupun Dinas / Instansi terkait
3.      Pembentukan Tim penulisan sejarah dengan keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor 438 tahun 1992 tentang Pembentukan Tim Penulisan Sejarah Mojokerto.
Adapun rentetan peristiwa sejarah yang dijadikan bahan pertimbangan sebagai hari jadi Mojokerto yaitu :
1.      Pertemuan antara Perdana Menteri Mojopahit, Sih-La-Nan-da-cha-ya dengan Shih – pi, panglima tertinggi pasukan Tar-tar, dapat dipandang sebagai wujud pengakuan diplomatic atas Negara berdaulat dalam rangka kerjasama International untuk menyerang Doho. Hal ini akan mengacu pada tanggal 1 bulan ke 3 tarikh china atau tanggal 8 april 1293.
2.      Pada saat Raden Wijaya mulai mengatur strategi untuk melawan pasukan Tar-tar, saat ia memperoleh ijin dari panglima perang Tar-tar untuk kembali dari kota Kediri ke Mojopahit pada tanggal 2 bulan 4 tarikh China. Titik waktu ini merupakan titik awal kemenangan diplomatic dan militer dipihak Raden Wijaya, karena mulai saat tersebut secara bertahap ia berhasil mengalahkan pasukan Tar-Tar. Dalam tarikh Masehi peristiwa tersebut adalah tanggal 9 mei 1293.
3.      Titik waktu tentara Mojopahit memperoleh kemenangan total terhadap pasukan Tar-Tar. Ini berarti mengacu pada keputusan pimpinan Pasukan Tar-Tar untuk meninggalkan Pattsieh, pada tanggal 24 bulan ke 4 Tarikh China atau tanggal 31 Mei 1293 Titik waktu ini ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Surabaya.

Bersambung …..

Si Kecil Salwa

22.30 Posted In Edit This 0 Comments »
Si Kecil yang membuat sayang ...






Jika ia sayang padamu ia tidak akan meminta apapun, ia akan meminta terus bersamamu  ...
Jika Ia tersenyum ia akan membuat gempar semuanya ... walupun dengan dua giginya yang tanggal ...
Akan sulit menemukan kesukaannya, jika kita membelikan sesuatu yang ia sukai, ia akan menjawab saya sudah tidak begitu suka ...






































Tunjangan Non PNS 2015

21.21 Posted In Edit This 0 Comments »
(Sumber : Juknis STF 2015) 
Pengertian
Mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik serta memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan. Besaran
Besaran STF sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) per orang per bulan, dan dikenakan pajak penghasilan berdasarkan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.
 
Sumber Dana
Sumber dana untuk pembiayaan program STF guru berasal dari APBN Tahun Anggaran 2015 yang dialokasikan dalam DIPA Direktorat P2TK Dikdas Tahun Anggaran 2015.
 
Kriteria Guru Penerima
Subsidi Tunjangan Fungsional diberikan kepada guru bukan PNS yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.
Kriteria guru penerima STF adalah sebagai berikut:
1. Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).
2. Diprioritaskan kepada guru yang memiliki jam mengajar lebih dari 24 jam tatap muka per minggu dan diangkat sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dan dibuktikan dengan Surat Keputusan Pengangkatan yang diterbitkan oleh penyelenggara pendidikan;
3. Diutamakan bagi guru yang mengajar mata pelajaran yang sesuai dengan kualifikasi akademiknya dan dibuktikan dalam sistem data pokok pendidikan (Dapodik) atau melalui surat keterangan dari kepala sekolah dan telah diverifikasi/disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/ Kabupaten/Kota; 4. Diprioritaskan kepada guru dalam jabatan yang berkualifikasi S-1/D-IV atau Guru dalam jabatan yang sedang mendapat kesempatan peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV.
5. Guru yang dimaksud pada angka 2 di atas yang telah mendapatkan tunjangan fungsional dari pemerintah daerah, masih memungkinkan untuk mendapatkan subsidi tunjangan fungsional.
6. Guru dalam jabatan bukan PNS yang belum memiliki sertifikat pendidik.

MEKANISME PEMBAYARAN
Penetapan dan Pendistribusian Kuota
1. Guru yang termasuk sebagai nominasi penerima subsidi tunjangan fungsional adalah semua guru yang datanya valid dalam Dapodikdas.
2. Pemerintah menentukan kuota nasional tahun 2015 bagi guru jenjang pendidikan dasar sebanyak 59.916 orang. Kuota nasional akan didistribusikan menjadi kuota kab/kota secara proporsional berdasarkan nominasi penerima subsidi tunjangan fungsional.
4. Penentuan nominasi penerima subsidi tunjangan fungsional berdasarkan data guru yang sudah valid pada Dapodikdas per tanggal 18 Maret 2015 sesuai dengan kriteria dan skala prioritas yang ditetapkan dalam Petunjuk Teknis ini dengan mempertimbangkan kesesuaian jumlah guru dengan kebutuhan guru di tingkat satuan pendidikan.
5. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota diberi hak untuk membatalkan nominasi subsidi tunjangan fungsional apabila guru guru bersangkutan tidak memenuhi syarat, secara online melalui aplikasi SIM Tunjangan dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah ditentukan nominasi penerima subsidi tunjangan fungsional.
6. Setelah melewati batas waktu 7 (tujuh) hari sejak ditentukannya nominasi penerima subsidi tunjangan fungsional, Pemerintah akan menetapkan penerima subsidi tunjangan fungsional berdasarkan urutan prioritas sesuai dengan kuota yang diterima oleh masing-masing kabupaten/kota.
 
Tahapan Penyaluran
Berdasarkan mekanisme di atas, jadwal penyaluran subsidi tunjangan fungsional dilaksanakan 2 tahap:
1)   tahap 1 paling lambat akhir bulan April 2015.
2)   tahap 2 paling lambat akhir Juni 2015.

so ... tanyakan pada petugas di UPT atau Dinas Pendidikan Kab. masing-masing ya ...