Silaturrahminya lek Im ke Trawas

17.37 Posted In Edit This 0 Comments »
ini nih foto kegiatan waktu ke Trawas 2015 :
Lek Im, Lek Wati dan Tegar juga Faizin
Jalan-jalan ke Candi Jolotundo





































Silaturrahmi Idul Fitri 2015

17.08 Posted In Edit This 0 Comments »
Alhamdulillah Tahun 2015 adalah hari yang menyenangkan, banyak tempat dan saudara yang berkunjung dan tak lupa saling mengunjungi, simak saja deh foto-fotonya, foto campur waktu di rumahnya budhe mulik Lebak Timur dan lek ifa  Pacarkeling Surabaya :

























Sholawat Cinta ust. Uje

17.46 Posted In Edit This 0 Comments »



Shollu Ala Muhammad
Shollu Alaihi Wasallim
Shollu Ala Muhammad
Shollu Alaihi Wasallim
Yaa Nabi salaam alaika
Yaa Rasul salaam alaika
Yaa Nabi salaam alaika
Sholawatullah alaika
Berdiri bersama memuji yang mulia
Menyebut namanya tanda rasa cinta
Salam rinduku kasih
Salam rinduku Nabi
Salam rinduku kasih
Salam rinduku Nabi
Yaa Nabi salaam alaika
Yaa Rasul salaam alaika
Yaa Nabi salaam alaika
Sholawatullah alaika
Indah wajahnya bagaikan purnama
Siapa melihatnya pasti jatuh cinta
Salam rinduku kasih
Salam rinduku Nabi
Salam rinduku kasih
Salam rinduku Nabi
Muhammad itulah namanya
Mulia dengan akhlaknya
Muhammad dia nabi kita
Bershalawatlah kepadanya
Yaa Nabi salaam alaika
Yaa Rasul salaam alaika
Yaa Nabi salaam alaika
Sholawatullah alaika
Indah wajahnya bagaikan purnama
Siapa melihatnya pasti jatuh cinta
Salam rinduku kasih
Salam rinduku Nabi
Salam rinduku kasih
Salam rinduku Nabi
Yaa Nabi salaam alaika
Yaa Rasul salaam alaika
Yaa Nabi salaam alaika
Sholawatullah alaika
Sholawatullah alaika
Sholawatullah alaika

Selamat menjalankan Puasa

07.53 Posted In , Edit This 0 Comments »
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Romadhon Ya ...
semoga bisa puasa selama sebulan penuh ... jangan lobang ....
Semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat puasanya ya ...

Siapa Ki Hajar Dewantara itu ?

22.59 Posted In , Edit This 0 Comments »
Mungkin sebagian dari kita ingin tahu siapa gerangan beliau, apa peranan beliau kok disebut-sebut sebagai bapak pendidikan di Indonesia. simak ulasan berikut ini ya apabila ada yang kurang mohon koreksinya.

       Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli R.M. Suwardi Suryaningrat. Beliau berasal dan keluarga keturunan Keraton Yogyakarta. Beliau mengganti namanya tanpa gelar bangsawan agar dapat lebih dekat dengan rakyat. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau belajar di STOVIA, tetapi tidak menamatkannya karena sakit. BeIiau kemudian bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain De Express, Utusan Hindia,dan Kaum Muda. Sebagai penulis yang handal, tulisannya mampu membangkitkan semangat antikolonialisme rakyat Indonesia.
       Ki Hajar Dewantara juga aktif di bidang politik dengan bergabung ke dalam Budi Utomo, lalu mendirikan Indische Partij sebagai partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia pada tanggai 25 Desember 1912 bersama kedua rekannya, Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangunkusumo . 
        Ki Hajar Dewantara juga ikut membidani terbentuknya Komite Bumiputra di tahun 1913 sebagai bentuk protes terhadap rencana Belanda memeringati kemerdekaannyaa dan Perancis. Beliau kemudian membuat sebuah tulisan pedas di harian De Express yang berjudui “Als lk een Nederlander” (Seandainya Aku Seorang Belanda). Melalui tulisan ini, beliau menyindir Belanda yang hendak merayakan 100 tahun kemerdekaannyaa dan Perancis di negeri jajahan dengan menggunakan uang rakyat indonesia. Berikut ini kutipannya.
       “Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh Si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. ide untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu ! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya”
        Akibatnya, Belanda pun langsung menjatuhkan hukuman pengasingan. Bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesomo, beliau dibuang ke Belanda. Di Belanda, Ki Hajar Dewantara memanfaatkan kesempatan mendalami masalah pendidikan dan pengajaran. 

       Setelah kembali ke tanah air, Ki Hajar Dewantara memusatkan perjuangan melalui pendidikan dengan mendirikan perguruan Taman Siswa pada tanggal 3 JuIi 1922. Perguruan ini merupakan wadah untuk menanamkan rasa kebangsaaan kepada anak didik. Ajaran Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Artinya adalah di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan. Berkat jasanya yang besar di bidang pendidikan maka pemerintah menetapkan beliau sebagai Bapak Pendidikan dan tanggal lahirnya, 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional. Pada tahun 1957, beliau mendapat gelar Doctor Honoris Causa dan Universitas Gadjah Mada. Dua tahun setelah mendapat gelar tersebut, beliau meninggal dunia pada tanggat 26 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di Taman Wijaya Brata.
  • Tempat/TgI. Lahir       :  Yogyakarta, 2 Mei 1889
  • Tempat/TgI. Wafat      :  Yogyakarta, 26 April 1959
  • SK Presiden               :  Keppres No. 305 Tahun 1959, Tgl. 28 November 1959
  • Gelar                          :  Pahlawan Nasional
Selain ajarannya di bidang pendidikan, Ki Hadjar juga meninggalkan pesan yang sangat baik diteladani. Pesan tersebut kini dapat dilihat pada Museum Sumpah Pemuda di JI. Kramat Raya, Jakarta. 
 
“Aku hanya orang biasa yang Bekerja untuk bangsa lndonesia dengan cara Indonesia. Namun, yang penting untuk kalian yakini, sesaat pun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara"
 
Semoga momentum kebangkitan  bangsa kita dapat terlaksana dengan hadirnya Ki Hajar - Ki Hajar selanjutnya. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2015 ....  Bravo Pendidikan Indonesia  ....

Senangnya tahu Apa Hari Kartini itu ?

11.37 Posted In , Edit This 0 Comments »
SUDAH berlangsung puluhan tahun. Tiap merayakan Hari Kartini, banyak wanita merayakannya dengan cara berpakaian kebaya, bersanggul dan kadang-0ladang juga ada acara masak-memasak. Bahkan, yang pria ikut-ikutan memakai pakaian jas atau pakaian adat Jawa. Benarkah harus demikian?
Siapakah RA Kartini?
Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini[1] adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini).
Apa pemikiran-pemikiran RA Kartini?
Surat-surat Kartini juga berisi harapannya untuk memperoleh pertolongan dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle “Stella” Zeehandelaar, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini).
Pertanyaan-pertanyaan sekitar peringatan Hari Kartini
Memperingati  Hari Kartini berarti:
1.Berarti memperingati hari lahir RA Kartini, 21 April (1879).
2.Berarti memperingati kebaya RA Kartini
3.Berarti memperingati RA Kartini sebagai pelopor pejuang emansipasi wanita
ad.1.Berarti memperingati hari lahir RA Kartini, 21 April
Kalau hanya memperingati haru ulang tahun RA Kartini tentu kurang tepat. Sebab hari lahir RA kartini tidak punya makna apa-apa, baik makna sejarah, makna politik ataupun makna apapun juga. Kelahiran RA Kartini merupakan wilayah Logika Pribadi.
ad.2.Berarti memperingati kebaya RA Kartini
Kalau hanya memperingati kebaya yang dipakai RA Kartini juga tak punya makna apa-apa, karena tidak ada makna sejarah, makna politik ataupun makna apapun juga. Lagipula, bukan orang Jawa saja yang memakai kebaya. Seku-suku lain juga memakai kebaya. Kalau suku-suku lain harus memperingati hari Kartini dengan memakai kebaya Jawa, tentu tidak relevan. Sebaliknya, kalau suku-suku non-Jawa harus memakai kebaya daerah masing-masing, juga tidak relevan. Kalau hanya wanita Jawa saja yang memperingati Hari Kartini dan berkebaya Jawa, tentu tidak nasionalis. Kebaya merupakan wilayah Logika Budaya.
ad.3.Berarti memperingati RA Kartini sebagai pelopor pejuang emansipasi wanita
Perjuangan RA Kartini adalah perjuangan emasipasi wanita di bidang pendidikan dan dalam hal hak untuk menentukan jodohnya sendiri, tidak ingin dipingit. Perjuangan ini tidak hanya untuk kepentingan RA Kartini sendiri, melainkan bagi kepentingan seluruh wanita Indonesia. Wilayah logikanya adalah Logika Emansipasi.
Apa bedanya dengan peringatan Hari Ibu di Indonesia 22 Desember?
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran> yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso.[6] Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini,[7] Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lain-lain.( Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu#Hari_Ibu_di_Indonesia).
Kesimpulan
1.Tanggal lahir RA Kartini:
Kalau mau jujur, antara tanggal lahir RA Kartini dengan perjuangan emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini, tentu tidak ada relevansinya sama sekali. Seharusnya, tanggal tertentu yang ada nilai sejarahnya, seperti halnya Hari Ibu yang ditetapkan sesuai diselenggarakannya  Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Artinya, 21 April adalah hari kelahiran RA Kartini dan bukan peristiwa sejarah.
Catatan:
Penetapan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini itulah yang tidak dapat diterima secarasosologis, filosofis dan yuridis. Materi muatan Keppres No. 108 tahun 1964, terutamamenyangkut penetapannya tanggal 21 April sebagai Hari Kartini, adalah sangat diskriminatif.Kalau tidak ada diskriminatif seharusnya tidak ada Hari Kartini. Untuk mempersamakannya,seharusnya ada Hari Soekarno, Hari Hatta, Hari Dewi Sartika, Hari Tjut Nya’ Dien, Hari RohanaKudus, dan lain sebagainya. —Sumber: http://www.slideshare.net/advokat-muadz/hari-kartini-kebijakan-nasional-diskriminatif-12626057.
2.Kebaya RA Kartini:
Kalau mau berlogika secara jernih, antara kebaya yang digunakan RA Kartini dengan perjuangan emansipasi oleh RA Kartini, tidak ada hubungannya yang signifikan. Kebetulan RA Kartini memakai pakaian kebaya dan bersanggul. Kalau berpakaian lain dan tidak bersanggul, apakah akan dicontoh juga? Dengan demikian, memperingati Hari Kartini tidak harus, tidak wajib dan tidak selalu memakai kebaya. Boleh memakai pakaian sehari-hari. Yang penting adalah esensi daripada Hari Kartini itu sendiri, yaitu perjuangan emansipasi wanita. Artinya, memakai kebaya bukanlah pertistiwa sejarah.
Catatan:
Kebetulan RA Kartini orang Jawa yang berkebaya dan bersanggul. Bagaimana jika Kartini adalah orang pribumi Papua yang berpakaian tradisional sederhana? Seharusnya, Hari Kartini diperingati dengan cara para wanita memakai pakaian profesi yang biasanya hanya dilakukan kaum pria. Misalnya, berpakaian pilot pesawat, petugas pemadam kebakaran, pembalap mobil F1, gubernur, polwan/wanpol, astronout dan lain-lain.
3.Perjuangan RA Kartini:
Yang harus diperingati dari RA Kartini adalah perjuangan emansipasi wanita, antara lain di bidang pendidikan. Pejuangan HAM wanita agar sejajar dengan HAM pria. Bentuknya bisa berupa ceramah-ceramah tentang perjuangan emansipasi wanita yang dilakukan oleh RA Kartini. Sebab, banyak yang memperingati Hari Kartini dengan berkebaya, tetapi tidak faham tentang hakekat atau esensi daripada Hari Kartini itu sendiri. Artinya, perjuangan emansipasi RA artini adalah peristiwa sejarah.
Catatan:
Harus dicari, sejak kawan perjuangan emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini? Misalnya, harus dicari tanggal pembuatan surat pertamanya.
Kapan seharusnya Hari Kartini diperingati?
Memperingati Hari Kartini sesuai dengan tanggal lahir RA Kartini tidaklah penting dan tidak relevan.. Terlalu pribadi. Yang seharusnya adalah momen sejarahnya, yaitu saat RA Kartini menulis surat pertamanya. Surat -surat  RA Kartini yang legendaries dan banyak diterbitkan dalam bentuk buku adalah Habis Gelap Terbitlah Terang (Door Duisternis Tot Licht). Surat-surat itu pertama kali di bukukan oleh J.H. Abendanon, yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Tepatnya, saat surat-surat RA Kartini dibukukan. Saat itulah ada nilai sejarahnya. Masalahnya adalah, kapan surat pertama  RA Kartini ditulis? Surat pertama  tersebut merupakan peristiwa sejarah.
Kesimpulan khusus:
Merayakan hari Kartini dengan memakai kebaya merupakan tradisi yang tidak ada unsur peristiwa sejarahnya. Artinya, memakai kebaya tidak ada relevansinya dengan perjuangan RA Kartini.